Minggu, 28 September 2014

Permasalahan Sosial dalam Dunia Pendidikan

TUGAS SOFTSKILL#1


Bicara tentang permasalahan sosial yang ada di Indonesia tentu tak akan ada habisnya. Dimulai dari kemiskinan, pengangguran, tindak KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme), kesenjangan sosial juga permasalahan sosial dalam pendidikan. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas permasalahan sosial yang ada didunia pendidikan.

Sebelumnya, apa itu Masalah Sosial? Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jadi dapat dikatakan bahwa masalah sosial terjadi karna adanya perubahan sosial yang tidak sesuai sehingga menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat yang juga muncul seiring terjadinya perbedaan yang signifikan antara nilai dalam masyarakat dengan kenyataan yang terjadi. 

Masalah sosial yang adapun bermacam-macam, namun semua itu dapat dikategorikan ke dalam 4 faktor utama penyebab utama terjadinya masalah sosial, yaitu :

1. Faktor Ekonomi.
    Faktor Ekonomi merupakan faktor utama dari keempat faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan sosial. Dikatakan faktor utama karna dari sinilah faktor lainnya muncul. Faktor ini didorong dengan adanya ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kehidupan dirinya sendiri, misalnya : kemiskinan, pengangguran, gelandangan dan lain-lain. Pada golongan bawah, Akibat yang terjadi karna adanya faktor ini, bagi golongan bawah dapat menjadi tindak kriminalitas sedangkan pada golongan atas, tindakan kejahatan kerah putih adalah dampaknya.

2. Faktor Budaya
    Faktor Budaya dipicu karna adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan norma, nilai dan kepentingan sosial akibat adanya perubahan sosial. Faktor ini menimbulkan konflik antaretnik, kenakalan remaja, diskriminasi gender dan lain-lain.

3. Faktor Biologis
    Faktor Biologis timbul akibat adanya ketidaksesuain lingkungan yang berpotensi menimbulkan ketidakstablian kondisi biologis masyarakat, misalnya penyakit menular, makanan beracun dan virus penyakit baru.

4. Faktor Psiokologis
    Faktor Psikologis berhubungan dengan masalah pola pikir suatu masyarakat atau pribadi tertentu yang bersinggungan dengan tatanan kehidupan sosial, misalnya adanya aliran sesat dan pemahaman lainnya yang menyimpang suatu ajaran agama yang jika diamati secara detail sangat tidak masuk akal. Tidaklah mudah mengatasi masalah sosial yang diakibatkan karna faktor psikologis. Ini dikarenakan menyangkut pada keyakinan dan kepercayaan seseorang sehingga butuh penanganan secara berkesinambungan dengan pendekatan-pendekatan yang bijak.

PERMASALAHAN SOSIAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN




Indonesia sebagai negara yang menyandang status negara berkembang tentu masih sering menghadapi banyak permasalahan. Dunia pendidikan merupakan salah satu yang sering mengalami masalah. Masih sulitnya untuk mengakses pendidikan didaerah-daerah pinggiran, kurangnya sarana dan prasana yang memadai, kurangnya kualitas guru, minimnya kesejahteraan para tenaga didik, mahalnya biaya pendidikan, kurangnya kesadaran untuk menuntut ilmu dan juga tidak relavannya kurikulum adalah beberapa contoh dari permasalahan yang ada. Sangat disayangkan melihat sumber daya alam yang ada di Indonesia tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kemampuan yang seharusnya dapat kita peroleh melalui pendidikan.

Walaupun sudah banyak pembangunan dalam bidang pendidikan tapi itu semua belum mencakup ke seluruh wilayah Indonesia. Terpusatnya pemerintahan pada daerah perkotaan cenderung membuat tertinggalnya kualitas pendidikan yang ada didaerah. Namun pada daerah perkotaan sekalipun, tidak menjamin semua masyarakatnya dapat menimba ilmu. Tingginya biaya yang harus dipenuhi membuat masyarakat miskin tidak bisa mengenyam pendidikan. 

Dengan adanya permasalahan seperti itu, pemerintah tentu sudah mencarikan beberapa solusi. Diantaranya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas dan sarana sekolah, program Indonesia mengajar untuk memenuhi kebutuhan tenaga didik didaerah pelosok, program beasiswa dan sebagainya. Namun dari semua solusi yang sudah diterapkan oleh pemerintah, banyak oknum-oknum yang menyalahgunakan bantuan tersebut. Bantuan yang seharusnya diberikan kepada mereka yang membutuhkan malah beralih kepada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Kurikulum 2013 yang belakangan diterapkan oleh pemerintah guna untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia juga dinilai gagal. Kurangnya kesiapan dari para guru, minimnya informasi dan fasilitas juga biaya yang dibutuhkan semakin besar membuat mutu pendidikan yang ada saat ini terancam. ICW menilai, kekacauan penerapan kurikulum 2013 merupakan bentuk kelalaian pemerintah dalam menunaikan kewajibannya untuk menyediakan pendidikan bermutu. 

Selain dari masalah-masalah yang sudah dibahas sebelumnya, muncul pula permasalahan sosial yang akhirnya mengganggu sistem pendidikan kita, diantaranya :

1. Masalah Emosional
    Meningkatnya angka perceraian saat ini tentu berhubungan dengan masalah sosial yang ada dalam pendidikan. Tumbuh di keluarga yang 'berantakan' dapat mempengaruhi kesehatan emosional siswa dan ini dapat menurunkan kinerja di sekolah. Berbeda dengan anak-anak yang dibesarkan oleh keluarga yang harmonis yang sudah pasti kebutuhan emosionalnya terpenuhi.

2. Masalah Etnis
    Anak-anak milik kelompok etnis tertentu menjadi anak didik yang lebih lambat dibanding dengan anak didik lainnya.

3. Masalah Gender 
    Masalah sosial lain dalam pendidikan adalah diferensiasi berdasarkan jenis kelamin. Banyak yang mengatakan bahwa anak perempuan memiliki peluang yang lebih rendah dibandingkan dengan anak laki-laki untuk belajar sehingga ini membuat menurunnya minat belajar secara tidak langsung. 

4. Masalah Ekonomi 
    Beberapa masalah sosial timbul karena strata ekonomi siswa. Siswa yang berasal dari keluarga miskin, pergi ke sekolah umum yang tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik. Ini secara otomatis menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan, berbanding terbalik dengan siswa yang berasal dari keluarga mampu yang pergi ke beberapa sekolah dengan fasilitas yang memadai.

5. Masalah Etika
    Masalah etika juga termasuk dalam masalah sosial yang ada didunia pendidikan. Pergaulan yang ada antar siswa dapat membawa dua kemungkinan dampak yaitu dampak positif dan negatif. Apabila dampak positif yang diterima oleh siswa tentu itu merupakan suatu hal yang baik, lainpula jika pergaulan yang ada menghasilkan dampak negatif.

Jika masalah sosial terus bermunculan, ini dapat menghambat jalannya pendidikan yang ada dan juga menurunkan kinerja siswa sehingga mengakibatkan kurang maksimalnya seorang siswa dalam menimba ilmu. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah meningkatnya angka putus sekolah karna ketidakmampuan siswa dalam menghadapi masalah. 


UPAYA DALAM MENGATASI MASALAH SOSIAL PENDIDIKAN


Permasalahan sosial dalam pendidikan dapat diatasi melalui dua peran, yaitu :

1. Peranan Keluarga 
    Peranan keluarga sangat penting di dalam proses pembinaan seorang siswa. Peranan penting keluarga yang dimaksudkan di sini adalah mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral, hidup kerohanian serta hidup berelasi yang arif dengan orang lain sebelum mereka masuk ke dalam pranata kehidupan masyarakat. Proses ini hendaknya berlangsung secara harmonis dan penuh kasih sayang sehingga membentuk kepribadian yang bertanggung jawab

2. Peran Guru
    Para guru hendaknya mampu mengembangkan aspek psikis dan jasmani anak untuk perkembangan yang kognitif dan afektif menyangkut masa sekarang dan masa depan anak tersebut. Apabila tidak ada pembinaan dan pendampingan dalam proses ini, maka ada kemungkinan anak tersebut akan berkembang tanpa arah dan tujuan hidup yang pasti. Mereka akan terpengaruh oleh perkembangan zaman sekarang dan terjerumus ke dalam berbagai tindakan kriminal.


Sekian dari saya, semoga apa yang telah ditulis bermanfaat bagi para pembaca.